Bermula dari ide tentang artikel santai yang ringan dan mudah dicerna, eksistensi dari blog ini lebih diarahkan sebagai media komunikasi yang berisi kumpulan tulisan dan pemikiran sederhana tentang fenomena ringan di sekitar kita.

Diharapkan blog ini dapat menjadi sumber inspirasi untuk olah kreativitas berwujud buah pena, yang dapat dikonsumsi oleh semua pihak dalam lingkup bersahaja, ringan, santai, dan praktis.

Mettacittena,
STEP

DAFTAR ISI BLOG
klik link di atas untuk melihat seluruh artikel
I don't love a woman because of her beauty,
but she is beautiful because I love her

Semut di Telinga

Pintu ruang praktek dr. Momo berderit terbuka, seorang wanita melangkah keluar sambil membawa daftar nama di tangannya. Tubuhnya molek dengan lekuk sempurna terbalut busana putih yang ketat. "Mr. Toto!" Panggilnya. Toto pun berdiri sambil meringis dan melangkah masuk ke ruang praktek.

"Dokter, telinga saya kemasukkan semut!" Katanya kepada Dokter Momo.
"Hmm... mari saya periksa," Jawab dr. Momo.
Tapi aneh sekali, setelah berulang kali memeriksa, dr. Momo tidak menemukan seekor semut pun di telinga Toto. "Anda tidak apa-apa Pak Toto," kata Momo sambil meletakkan alat periksa ke tempatnya.
"Masak sih Dok? Engga mungkin! Pasti ada semutnya.., Saya bisa merasakannya!" Protes Toto.
"Coba saya periksa lagi," Dr. Toto mengernyitkan dahi sambil mengurungkan niatnya untuk memasukkan alat periksa ke lemari.

Untuk kesekian kalinya dr. Momo tidak menemukan semut. Tapi lagi-lagi si Toto berkeras. Akhirnya dr. Momo memeriksa yang terakhir kali, dan, "Ahh.. iya, ternyata ada seekor semut di telinga Anda! Okey silakan Anda berbaring, saya beri anasthesi dan saya akan mengeluarkan si semut," Kata Momo.

Toto pun tertidur akibat anasthesi yang didosis 15 menit oleh dr. Momo. Sementara si Toto terlelap, dr. Momo bersantai dan membaca buku. Hingga ketika waktu sudah berjalan 10 menit, pertanda 5 menit lagi si Toto akan terjaga, dr. Momo mencari seekor semut, kemudian setelah dimatikan, semut itu diletakkan di atas kertas tissue. Ketika Toto terbangun, dr. Momo berkata, "Ini semut yang tadi saya keluarkan dari telinga anda. Bagaimana sekarang rasanya? Sudah baikkan?" Dan Toto pun menjawab, "Ah.. Sudah enak sekarang Dok! Terima kasih ya...."

Di kehidupan nyata mungkin terkadang kita menjadi si "Toto", terpengaruh oleh pikiran sendiri sehingga terjebak pada semacam halusinasi. Bahasa yang lebih keren mungkin delusi, tetapi delusi lebih mengarah pada terjebaknya opini di dalam sebuah paradigma yang sifatnya dugaan, atau istilah gaulnya ke-ge'er-an. Namun contoh cerita tentang si Toto ini lebih mengarah pada pengaruh pikiran yang kadang mampu mendominasi diri kita. Ketika kita berpikir bahwa kita sakit, tubuh bisa merespon hal yang sama sehingga terjadi sakit betulan, ketika kita berpikir tentang kegagalan atau keragu-raguan, tentunya hal itu bisa jadi kenyataan pula. Oleh karenanya kendalikan pikiran, dan selalu bersikap positif, karena belum tentu di kehidupan nyata kita berkesempatan menjumpai "dr. Momo" yang mampu menyembuhkan "sakit" di pikiran kita.

2 Respon:

Hannah mengatakan...

Ntu namanya 'hypochondria' ya, mas :-)

Hypochondria: a psychiatric disorder characterized by the conviction that one is ill or soon to become ill, often accompanied by physical symptoms, when illness is neither present nor likely. ◇ A person with hypochondria is called a hypochondriac.

tintabiru mengatakan...

Kupingku pernah kemasukan nih.. Coro kecil.. Ceremende.. Tapi beneran.. Brrrr... Sakit banget..